CLASIFIED CULTURE | JOURNEY | 28 Agustus 2019

Zaman emang Canggih, dari Layar Sentuh bisa Atur Konser Musik

Digitalisasi tata suara membawa banyak manfaat bagi berbagai pihak

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

 

Jika kamu sering datang melihat konser atau pertunjukan panggung lainnya, benda ini tidak mungkin lepas dari pandangan kamu. Dari benda inilah sebuah pertunjukan memiliki kualitas suara yang tertata hingga nyaman di telinga kita. 

Sebuah mixer biasanya terletak di tengah-tengah penonton. Para operator terlihat sibuk mengoperasikan panel-panel kecil yang terdapat di dalamnya. Butuh keahlian khusus untuk mengoperasikan sebuah mixer. 

Ukurannya pun tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai panjang 10 meter dan memakan tempat cukup banyak. Bahkan untuk mengangkut mixer sebesar itu membutuhkan paling sedikit delapan orang. Tapi itu dulu, zaman ketika kita masih pakai handphone Nokia. Tapi kini pemandangan tersebut sudah jarang ditemui, malah hampir tidak ada sama sekali, mungkin cuma di organ tunggal kalau kawinan di kampong. 

Para pemilik penyewaan sound system ternyata sudah beralih dengan menggunakan mixer digital. Mereka sih ngakunya secara ongkos produksi sangat efisien sekali, satu mixer hanya membutuhkan orang sedikit untuk mengangkut, ukurannya lebih kecil, dan konsumsi kabel-kabel pun tidak sebanyak saat menggunakan mixer analog.

Bertansformasi dari analog ke digital juga bukan perkara yang mudah, para operator diberikan pelatihan terlebih dahulu untuk mengoperasionalkannya. Katanya paling cepat dalam waktu satu minggu mereka sudah bisa mengoperasikan. 

Faktor yang paling banyak menghemat secara biaya dalam penggunaan mixer digital adalah outboard, perangkat tambahan seperti efek, equalizer, compressor, dan gate yang harganya bisa mencapai 400 juta untuk satu mixer mampu di potong. Dengan satu mixer digital, outboard tersebut sudah termasuk di dalamnya. 

Lebih menggembirakan lagi, bagi para operator dan musisi di atas panggung, kontrol mixer tersebut bisa dijalankan dengan aplikasi di ipad. Para operator bisa mengontrol di atas panggung, dan musisi pun bisa menggunakannya untuk mengontrol monitor mereka. 

Sementara itu untuk perawatan, debu adalah faktor yang paling menghambat. Karena panel-panel yang tertimbun debu bisa merusak sistem operasi motorizenya. Lalu listrik yang stabil adalah syarat mutlak untuk membuat alat ini bekerja dengan maksimal.

 

Penulis: Abhi

Editor: Fik

 


Photography By : Istimewa



Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

TAGGED :

Related Article

Mural sosok dua tokoh ini menyapa saya dikala tiba di kota kelahiran, Solo, Jawa Tengah. ...
Koleksi piringan hitam makin hari harganya makin naik. Meskipun dari zaman ke zaman pembelinya makin ...
Waktu lihat video Jason Dennis lijnzaat main di venue skatepark Palembang saat Asian Games 2018, say ...
Buat saya, toko barang bekas dan barang antik adalah "museum" kecil-kecilan. Semua barang yang lampa ...
Buat saya, musik itu pancing energi, apalagi setelah kerjakan semua yang penting-penting dan lagi bu ...
Waktu saya lihat gitar listrik, yang identik dari benda satu ini adalah suara "grrrrr", "bzzz", dan ...
Tour? Memangnya tempat wisata? Atau memang bisa jadi tempat wisata Instagram? Enggak tahu juga. Engg ...
"Dulu waktu awal-awal kerja di daerah Cikini, gue tinggal jalan sedikit ke Jalan Surabaya kalau lagi ...
Tidak banyak yang saya ingat dari tahun 1999. ...
Kalau ngomongin Rossi Musik tuh ingetnya underground, abang-abangan metal, outfit hitam dari ujung k ...
Legoh menyajikan kuliner Manado yang enak di lidah. Namun siapa sangka juru masaknya adalah drummer ...
Circa 2000-an skena dipenuhi dengan manusia-manusia rambut berponi hampir nutupin mata ...
Jam menunjukan hampir pukul 12 malam ketika Saya memasuki pelataran parkir Boshe VVIP Club, Jogja. ...
Selamat dan sukses buat Suneater Coven sudah resmi sebagai kolektif musik baru ibukota yang akan dip ...
Penggunaan plastik harus segera dihentikan. Sebelum laut penuh plastik lalu sampahnya kembali ke mej ...
Pada tulisan sebelumnya saya mengenang 1999 sebagai tahun paling underrated dalam sejarah musik mode ...
Mungkin saja sebagian anak muda millenial sekarang bakal punya anggapan ...
Tren kedai kopi susu kekinian nampaknya masih akan terus berlanjut panjang. ...
K-pop lebih dari sekadar “musik berbahasa asing.” K-pop adalah bagian dari gelombang budaya Kore ...
Jika kegiatan charity atau sumbangsih sosial dilakukan dengan cara memberi kebutuhan pokok dan diisi ...
Sebelum semakin banyak yang hilang tak tentu rimbanya, karya musik Indonesia dapat diselamatkan lewa ...
Digitalisasi adalah cara jitu saat ini untuk melestarikan sejarah musik Indonesia. Tentunya dengan p ...
Industri musik Indonesia sedang sedang gemar melakukan peralihan format rekaman dari bentuk keping c ...
Di Indonesia kebiasaannya justru lebih sering mengeluarkan single dibanding full album. ...
Biar lebih membaur, lagu nasionl harus kita perdengarkan dan dendangkan di banyak tempat umum. ...
Musisi yang gemar menulis dan masih aktif merilis karya, ia sedang aktif bekerja di sebuah digital a ...
Kolektor dan pecinta musik Indonesia ini mendedikasikan hasrat bermusiknya lewat pengarsipan musik b ...
Vokalis yang juga punya kompetensi di bidang strategi konten digital. Ia implementasikan lewat .Feas ...
Saya berharap budaya pengarsipan ini tidak hilang begitu saja dan menjadikan kita generasi yang hila ...
Mudah membuat acara musik, tapi tidak dengan fetival musik yang baik. Ada pertemuan kepentingan yang ...
Seharusnya tidak ada aturan untuk menikmati kenyamanan di ruang public. Tapi kesadaran untuk bersika ...
Please wait...