Pikiran dan Perjalanan: Cetak Biru Musik Barasuara yang Masih Bercelah

Sebuah karya lanjutan dari band rock Ibu Kota yang tengah melambung namanya.

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Album debut Taifun yang rilis pada 2015 lalu, telah membawa Barasuara menjadi salah satu band Indonesia yang memenuhi jadwal panggung paling padat. Hidup para personelnya tidak lagi sama, baik pengalaman karier bermusik maupun kepemilikan sudut pandang juga pola pikir. Semua perubahan yang dialami selama empat tahun, mereka rangkum ke dalam album kedua yang diberi judul Pikiran dan Perjalanan.

Mudah untuk merasakan ketegasan jati diri musik Barasuara di Pikiran dan Perjalanan. Anda tidak akan merasakan pergantian arah yang percuma dari karya sebelumnya. Album ini terlahir tulen dari penggabungan latar belakang musik keenam personel; membuahkan progresi nada yang mengagumkan, eksplorasi gairah musik rock yang janggal, juga upaya membangun nuansa yang tualang. Benang merah ini merupakan sebuah pertanda baik sekaligus sadik dari Barasuara dalam bermusik.

Pikiran dan Perjalanan dimulai oleh nomor pembuka Seribu Racun yang menggambarkan perjuangan melawan diri sendiri. Alur musik di bagian depannya sedikit mengingatkan kepada gelora dari lagu tema anime-anime Jepang. Lagu yang cukup ringkas dalam melapisi kegelapan isi liriknya – salah satu yang berbunyi jelas, “Gila terus datang menyiksa. Aku berjuang untuk tenang”.

Selain Seribu Racun, terdapat beberapa lagu lain yang menggambarkan keliaran akan pertarungan hati. Pikiran dan Perjalanan terdengar berang, mencoba menegaskan bahwa, “Belantara masa depan, pikiran dan perjalanan, biar kami yang tentukan”. Pancarona adalah titik cerah di ujung lorong gelap dari keraguan yang mencekam. “Kamu mulai meragu akan isi hatimu, pancarona. Segala perubahan dan ketidakpastian, pancarona,” lirik ini diantarkan dengan musik yang cukup murung dengan sedikit harapan sebagai akhirannya. Sedangkan Samara yang memiliki kisah serupa, justru menantang lebih berani. Atmosfernya konstan meningkat hingga pengujung lagu dengan seruan massal, “Kita bisa tenggelam dan bisa padam, atau bangkit berjalan lalu melawan”.

Iga Massardi mengalami perkembangan yang baik selaku penanggung jawab dalam urusan lirik. Selain mendapat asupan tambahan dari Gerald Situmorang, pendekatan penulisannya kini menjadi sedikit lebih lugas sekaligus mudah diinterpretasi. Mereka pun tak sungkan menyisipkan isu sosial di Guna Manusia, “Memanaskan dunia, mencair di utara, kita di ujung masa” juga Haluan, “Mualan, bualan, paksaan, ancaman. Yang benar diredam, diputar haluan”.

Secara produksi musik, Pikiran dan Perjalanan ditempa dengan sangat jitu mengingat lapisan eksplorasi yang terkandung di dalamnya. Tentukan Arah memiliki nuansa lebih etnik berkat sentuhan instrumen perkusi. Sedangkan Masa Mesias Mesias mencoba membawa unsur dangdut. Belum lagi keikutsertaan pemain synthesizer Adra Karim, pemain Saxophone Billy Ramdhani dan Tommy Pratomo, juga pemain trumpet Harley Korompis. Semua sentuhan ini berhasil direkat kepada identitas musik Barasuara. Produser andal Stephan Santoso adalah pemain kuncinya.

Namun pada kenyataannya, jati diri musik Barasuara masih bercelah. Sebagai band yang diperkuat oleh para musisi dengan ragam referensi di luar musik rock yang otentik, substansi kegarangan dalam album ini masih terasa jauh dari titik klimaks. Energi yang dibangun – baik dari nada, lirik, hingga pengolahan produksi yang berkualitas wahid – terasa hanya seperempat matang. Barasuara terasa belum terhubung seratus persen dengan area yang mereka tempati.

Sangat disayangkan dengan segala upaya yang ditorehkan lewat Pikiran dan Perjalanan, laju potensinya harus tertahan karena tidak melimpahnya rujukan mereka.

Penulis: Pramedya Nataprawira

Editor: Fik


Photography By : Dokumentasi Darlin Records



Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

TAGGED :

Related Article

Gambaran situasi para pewarta musik hari ini ...
Trio power pop asal Jakarta ini berhasil menemukan jati diri sebenarnya ...
“Rancangan awal memang kami pengin bikin band akustikan. Kami mikirnya lebih ke arah simple. Bisa ...
Dalam memperingati usia dua dekade di 2019 salah satu band pop punk berpengaruh tanah air. ...
Sebuah karya lugas dari band power pop asal Jakarta ...
Biduan pop, Vira Talisa, sukses menampakan keemasan musik pop Indonesia lewat Primavera. Jika di kar ...
Kritik penonton terhadap konser Westlife di Jakarta mengingatkan kembali pada promotor, bahwa konser ...
Warpaint : Tampil Minimalis namun Berhasil Jadi Pusat Perhatian ...
Terapi musik bisa menenangkan kecemasan, mengurangi rasa sakit, dan jadi hiburan yang menarik selama ...
Medium promosi karya band di era digital seperti sekarang tak hanya terbatas pada tulisan review saj ...
Penyanyi lagu I Love You 3000, Stephanie Poetri dikabarkan gabung ke label rekaman 88rising. ...
Please wait...