CLASIFIED CULTURE | JOURNEY | 10 Desember 2019

Pelaku Pelecehan Seksual Lebih Baik Di Kandang

Seharusnya tidak ada aturan untuk menikmati kenyamanan di ruang public. Tapi kesadaran untuk bersikap baik masih jadi tanda tanya di benak kita.

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Saya sangat benci sekali dengan pelaku pelecehan seksual. Manusia yang melakukan tindakan tak bermoral itu lebih cocok berada di kandang. Apalagi dilakukan di ruang publik seperti konser musik atau gigs. 

Beberapa waktu lalu penampilan .Feast di Bekasi dinodai pelecehan seksual oleh laki-laki tak bertanggung jawab. Saya mengetahuinya lewat Twitter yang diceritakan langsung oleh korban. Saya apresiasi kawan saya yang satu ini berani untuk menceritakan pengalaman buruknya dan melawan pelaku pelecehan seksual dengan tegas. 

Perilaku seperti ini memang tidak terjadi satu dua kali saja, bahkan terjadi di hampir penampilan musik lainnya. Biasanya penampil tidak bisa melakukan banyak, hanya menghimbau penonton untuk saling menghargai. 

Tapi saya dan kawan-kawan seprofesi tidak ingin hal ini menjadi perilaku yang lumrah di sebuah penampilan musik. Kami melakukan sebuah upaya kecil membuat gambar bergerak S.O.S berwarna merah yang bisa digunakan di smartphone pribadi. Saya harap ini digunakan dengan bijaksana jika alami kejadian tak diinginkan di tengah crowd penonton seperti pelecehan, barang hilang, sesak nafas, dan lainnya. Crew dari penampil atau pihak keamanan akan langsung datang untuk membantu. 

Mungkin ini tak membantu banyak tapi ini adalah langkah awal untuk kita bisa saling menjaga satu sama lain saat menikmati penampilan musik. Justru saya sangat berharap tanda ini sudah sama sekali tidak dipakai penonton untuk meminta bantuan kepada crew atau pihak keamanan saat keadaan terdesak. Tapi rasa saling membantu dan menghargai ini muncul dari masing-masing penonton sebagai bentuk kesadaran pribadi. 

Mencegah tindakan pelecehan seksual, mencopet, dan tindakan merugikan lainnya bukan hanya tugas penampil, penyelenggara acara, atau pihak keamanan saja. Tapi menjaga konser aman adalah tugas kita semua yang hadir di sana agar konser bisa dinikmati dengan nyaman dan aman. 

Konser musik bagi saya adalah ruang public. Di tempat ini semua orang bisa menikmati dengan jaminan aman dan nyaman. Di ruang publik yang satu ini tempat manusia paling ekspresif saat penonton dan penampil berinteraksi menyanyikan sebuah lagu. Ekspresi ini adalah bentuk kesenangan dalam kebersamaan. 

Maka tak perlu lagi sebuah aturan atau bentuk pengawasan dari penyelenggara acara atau penampil untuk mengatur perilaku manusia dalam sebuah konser. Jadikan aturan itu ada di dalam kepala kita sebagai makhluk sosial yang memiliki akal untuk menghargai satu sama lain.

 

 

Penulis : Baskara Putra

Editor : Fik

 


Photography By : Istimewa
Contributor : Baskara Putra




Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Related Article

Mural sosok dua tokoh ini menyapa saya dikala tiba di kota kelahiran, Solo, Jawa Tengah. ...
Koleksi piringan hitam makin hari harganya makin naik. Meskipun dari zaman ke zaman pembelinya makin ...
Waktu lihat video Jason Dennis lijnzaat main di venue skatepark Palembang saat Asian Games 2018, say ...
Buat saya, toko barang bekas dan barang antik adalah "museum" kecil-kecilan. Semua barang yang lampa ...
Buat saya, musik itu pancing energi, apalagi setelah kerjakan semua yang penting-penting dan lagi bu ...
Waktu saya lihat gitar listrik, yang identik dari benda satu ini adalah suara "grrrrr", "bzzz", dan ...
Tour? Memangnya tempat wisata? Atau memang bisa jadi tempat wisata Instagram? Enggak tahu juga. Engg ...
"Dulu waktu awal-awal kerja di daerah Cikini, gue tinggal jalan sedikit ke Jalan Surabaya kalau lagi ...
Tidak banyak yang saya ingat dari tahun 1999. ...
Kalau ngomongin Rossi Musik tuh ingetnya underground, abang-abangan metal, outfit hitam dari ujung k ...
Legoh menyajikan kuliner Manado yang enak di lidah. Namun siapa sangka juru masaknya adalah drummer ...
Circa 2000-an skena dipenuhi dengan manusia-manusia rambut berponi hampir nutupin mata ...
Jam menunjukan hampir pukul 12 malam ketika Saya memasuki pelataran parkir Boshe VVIP Club, Jogja. ...
Selamat dan sukses buat Suneater Coven sudah resmi sebagai kolektif musik baru ibukota yang akan dip ...
Penggunaan plastik harus segera dihentikan. Sebelum laut penuh plastik lalu sampahnya kembali ke mej ...
Pada tulisan sebelumnya saya mengenang 1999 sebagai tahun paling underrated dalam sejarah musik mode ...
Mungkin saja sebagian anak muda millenial sekarang bakal punya anggapan ...
Tren kedai kopi susu kekinian nampaknya masih akan terus berlanjut panjang. ...
K-pop lebih dari sekadar “musik berbahasa asing.” K-pop adalah bagian dari gelombang budaya Kore ...
Jika kegiatan charity atau sumbangsih sosial dilakukan dengan cara memberi kebutuhan pokok dan diisi ...
Digitalisasi tata suara membawa banyak manfaat bagi berbagai pihak ...
Sebelum semakin banyak yang hilang tak tentu rimbanya, karya musik Indonesia dapat diselamatkan lewa ...
Digitalisasi adalah cara jitu saat ini untuk melestarikan sejarah musik Indonesia. Tentunya dengan p ...
Industri musik Indonesia sedang sedang gemar melakukan peralihan format rekaman dari bentuk keping c ...
Di Indonesia kebiasaannya justru lebih sering mengeluarkan single dibanding full album. ...
Biar lebih membaur, lagu nasionl harus kita perdengarkan dan dendangkan di banyak tempat umum. ...
Musisi yang gemar menulis dan masih aktif merilis karya, ia sedang aktif bekerja di sebuah digital a ...
Kolektor dan pecinta musik Indonesia ini mendedikasikan hasrat bermusiknya lewat pengarsipan musik b ...
Vokalis yang juga punya kompetensi di bidang strategi konten digital. Ia implementasikan lewat .Feas ...
Saya berharap budaya pengarsipan ini tidak hilang begitu saja dan menjadikan kita generasi yang hila ...
Mudah membuat acara musik, tapi tidak dengan fetival musik yang baik. Ada pertemuan kepentingan yang ...
Please wait...