CLASIFIED CULTURE | JOURNEY | 03 Desember 2019

Konten dan Ekosistem, Dua Kunci Keberhasilan Festival Musik

Mudah membuat acara musik, tapi tidak dengan fetival musik yang baik. Ada pertemuan kepentingan yang bisa diakomodir dengan manajemen dan prinsip yang sama untuk menghelatnya dengan berkelanjutan.

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Buat saya membentuk sebuah festival musik adalah usaha yang sulit. Banyak sekali tantangan yang harus dilewati, terutama egoisme kita dalam mencari keuntungan dari sebuah pagelaran musik. 

Ini mungkin akan terdengar sedikit klise, membentuk sebuah festival musik dibutuhkan passion alih-alih hanya mengejar keuntungan. Mencari keuntungan memang tak bisa dipungkiri untuk menjaga keberlanjutan festival musik yang baik dan menjadi bagian dari sebuah ekosistem musik. Tapi pemikiran profit oriented karbitan banget buat saya, kalau gitu kenapa saya tidak sekalian jual makanan saja? 

Passion menurut saya penting dalam membentuk sebuah festival yang tidak monoton atau itu-itu saja. Jangan sampai pengalaman penonton hadir dalam festival hanya merasakan senang-senang saja untuk menonton pertunjukan musik. Perlu nilai yang kuat agar menjadi dasar mengapa sebuah festival musik harus diadakan. 

Nah, disinilah gudang pengetahuan yang luas diperlukan. Bagaimana penonton yang hadir bisa ikut merasakan pengalaman lebih. Mungkin saja mengenal band baru yang tampil di festival dan merasa mendapat pertemuan yang sangat dekat. Atau merasa terkoneksi dengan penonton lain dan menjadi kawan baru meski mempunyai selera musik yang berbeda. Banyak pengalaman yang bisa ditawarkan dari festival musik, bukan hanya sekadar party. 

Ada sedikit potret suram bagaimana festival musik akan menjadi berat jika keuntungan menjadi dasar utama. Pada tahun 2013 industri musik berduka ketika seorang penyelenggara acara musik bunuh diri karena sulitnya mengelola keuangan. Serta isu mengenai sebuah festival musik yang memaksa ketua penyelenggara untuk menjual sebagian hartanya sebagai modal. Kita semua tak ingin peristiwa itu terjadi, maka perlu cara yang jitu. 

Sekali lagi saya bilang membuat festival musik tidak mudah, apalagi jika disuruh mencari untung. Sebuah festival akan berlanjut jika ekosistem yang dibentuk juga baik. Ekosistem yang dimaksud yaitu melibatkan beberapa pihak seperti pemodal, pelaku penyelenggara acara, serta seniman dan penonton itu sendiri. Ketiga elemen ini harus disatukan dengan baik melalui sebuah konten. Definisi konten bisa jadi tema musik atau tema dari acara itu sendiri. Dengan adanya konten, ketiga stakeholder merasa memiliki kepentingan yang sama dalam mengembangkan ekosistem musik. 

Konten tidak cukup, ia tidak berjalan sendirian dalam keberlangsungan sebuah festival. Perlu didukung dengan produksi yang profesional agar tercipta acara yang ideal. Produksi menjadi penting untuk menjaga kualitas acara seperti visual panggung yang menarik, sound sistem yang baik, dan produk-produk pendukung lainnya dalam festival. 

Manajemen acara juga ikut mendukung terciptanya festival yang berlanjut. Bagaimana sistem pelayanan kepada penonton, pembayaran artis sesuai ekspektasi, dan tidak mengecewakan pemodal. 

Semua elemen yang telah disebutkan diatas sangat penting dalam menjaga sustainability festival musik. Apakah festival akan berlangsung 1 tahun, 3 tahun atau 5 tahun itu bergantung pada prinsip dasarnya. Bukan hanya keuntungan sebagai tabungan untuk membentuk festival di tahun yang akan datang.


Photography By : Istimewa



Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Related Article

Mural sosok dua tokoh ini menyapa saya dikala tiba di kota kelahiran, Solo, Jawa Tengah. ...
Koleksi piringan hitam makin hari harganya makin naik. Meskipun dari zaman ke zaman pembelinya makin ...
Waktu lihat video Jason Dennis lijnzaat main di venue skatepark Palembang saat Asian Games 2018, say ...
Buat saya, toko barang bekas dan barang antik adalah "museum" kecil-kecilan. Semua barang yang lampa ...
Buat saya, musik itu pancing energi, apalagi setelah kerjakan semua yang penting-penting dan lagi bu ...
Waktu saya lihat gitar listrik, yang identik dari benda satu ini adalah suara "grrrrr", "bzzz", dan ...
Tour? Memangnya tempat wisata? Atau memang bisa jadi tempat wisata Instagram? Enggak tahu juga. Engg ...
"Dulu waktu awal-awal kerja di daerah Cikini, gue tinggal jalan sedikit ke Jalan Surabaya kalau lagi ...
Tidak banyak yang saya ingat dari tahun 1999. ...
Kalau ngomongin Rossi Musik tuh ingetnya underground, abang-abangan metal, outfit hitam dari ujung k ...
Legoh menyajikan kuliner Manado yang enak di lidah. Namun siapa sangka juru masaknya adalah drummer ...
Circa 2000-an skena dipenuhi dengan manusia-manusia rambut berponi hampir nutupin mata ...
Jam menunjukan hampir pukul 12 malam ketika Saya memasuki pelataran parkir Boshe VVIP Club, Jogja. ...
Selamat dan sukses buat Suneater Coven sudah resmi sebagai kolektif musik baru ibukota yang akan dip ...
Penggunaan plastik harus segera dihentikan. Sebelum laut penuh plastik lalu sampahnya kembali ke mej ...
Pada tulisan sebelumnya saya mengenang 1999 sebagai tahun paling underrated dalam sejarah musik mode ...
Mungkin saja sebagian anak muda millenial sekarang bakal punya anggapan ...
Tren kedai kopi susu kekinian nampaknya masih akan terus berlanjut panjang. ...
K-pop lebih dari sekadar “musik berbahasa asing.” K-pop adalah bagian dari gelombang budaya Kore ...
Jika kegiatan charity atau sumbangsih sosial dilakukan dengan cara memberi kebutuhan pokok dan diisi ...
Digitalisasi tata suara membawa banyak manfaat bagi berbagai pihak ...
Sebelum semakin banyak yang hilang tak tentu rimbanya, karya musik Indonesia dapat diselamatkan lewa ...
Digitalisasi adalah cara jitu saat ini untuk melestarikan sejarah musik Indonesia. Tentunya dengan p ...
Industri musik Indonesia sedang sedang gemar melakukan peralihan format rekaman dari bentuk keping c ...
Di Indonesia kebiasaannya justru lebih sering mengeluarkan single dibanding full album. ...
Biar lebih membaur, lagu nasionl harus kita perdengarkan dan dendangkan di banyak tempat umum. ...
Musisi yang gemar menulis dan masih aktif merilis karya, ia sedang aktif bekerja di sebuah digital a ...
Kolektor dan pecinta musik Indonesia ini mendedikasikan hasrat bermusiknya lewat pengarsipan musik b ...
Vokalis yang juga punya kompetensi di bidang strategi konten digital. Ia implementasikan lewat .Feas ...
Saya berharap budaya pengarsipan ini tidak hilang begitu saja dan menjadikan kita generasi yang hila ...
Seharusnya tidak ada aturan untuk menikmati kenyamanan di ruang public. Tapi kesadaran untuk bersika ...
Please wait...