CLASIFIED MUSIC | ORIGINS | 29 Agustus 2019

“Gundala”: Apresiasi GNTZ, Mario Zwinkle, dan Gheza Damar untuk Gundala

Baru-baru ini, pihak film Gundala mengumumkan tujuh lagu terpilih dalam sayembara #GundalaSongTribute.

Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Baru-baru ini, pihak film Gundala mengumumkan tujuh lagu terpilih dalam sayembara #GundalaSongTribute. Sekitar sebulan sebelumnya, pihak film Gundala dan Joko Anwar sebagai sutradaranya membuat sayembara pembuatan lagu tribute untuk Gundala. Dari ketujuh lagu yang terpilih itu, muncul nama Anto Gantaz (GNTZ), salah seorang personel Jogja Hip Hop Foundation (JHF), sebagai salah satu musisi yang lagunya terpilih melalui lagu berjudul Gundala.

Saya cukup terkejut karena GNTZ rupanya menggandeng dua rapper lain yaitu Mario Zwinkle dan Gheza Damar untuk terlibat dalam proses penggarapan album tersebut. Meski begitu, ada daya tarik dan keunikan tersendiri dari kolaborasi ketiga rapper itu. GNTZ merupakan figur senior dalam ranah hip hop di Jogja, sementara Mario Zwinkle dan Gheza Damar merupakan wajah yang tergolong baru. Lantas, apa motivasi yang menggerakkan GNTZ untuk membuat Gundala? Mengapa ia memilih untuk menggandeng dua rapper muda itu? Saya kemudian memutuskan untuk bertemu dengan mereka dengan niat menggali lebih jauh tentang kolaborasi dalam lagu Gundala itu.

Mario Zwinkle berhalangan untuk hadir, tetapi GNTZ dan Gheza Damar hadir pada satu malam di sebuah kedai martabak di Yogyakarta untuk membicarakan kolaborasi itu. GNTZ dan Gheza Damar pun juga senang hati bercerita mengenai seluk beluk lagu Gundala.

Gundala Sang Idola

“Sedari kecil aku memang nge-fans Gundala,” kata GNTZ membuka percakapan.

Kesukaannya terhadap Gundala itulah yang membuatnya memutuskan untuk mengikuti sayembara tersebut tanpa berpikir bahwa nantinya lagu Gundala itu akan terpilih. Bagi GNTZ, membuat komposisi musik untuk mengapresiasi tokoh Gundala saja sudah merupakan kepuasan tersendiri baginya. Apresiasi dan kepuasan itu juga merupakan sebuah nostalgia baginya kala dulu di tahun 80 an, ia membaca komik Gundala yang diberikan oleh Ayahnya yang memiliki usaha persewaan komik.

“Saking senangnya, dulu pas kecil aku selalu menggambar tokoh superhero, bukan menggambar pemandangan gunung, matahari, dan sebagainya itu, ha ha ha,” kenangnya dalam canda.

Bermodalkan kuatnya nostalgia dan kesukaannya akan Gundala, GNTZ mengaku tak membutuhkan waktu lama untuk menggarap lagu Gundala. Ia juga bercerita bahwa ia awalnya tahu adanya sayembara #GundalaSongTribute justru dari grup aplikasi WhatsApp keluarganya. Adiknya lah yang megirimkan gambar tangkap layar cuitan Joko Anwar mengenai sayembara itu.

Mbok ikut, mas. Musik dan beat yang kamu bikin kan banyak, digunakanlah,” kata GNTZ menirukan pesan adiknya itu.

GNTZ pun tak membuang waktu untuk segera membuat beat-beat lagu Gundala. Memori dan kecintaanya akan sosok Gundala membautnya benar-benar tahu persis apa yang akan ia tulis dan nyanyikan. Ia menyebut bahwa proses penggarapannya seperti menggambar sesuatu bentuk.

“Ibaratnya kayak nggambar, tapi ini terwujud dalam kata-kata. Aku berangkat dari pengalaman pribadi, jadi langsung tahu apa yang akan kutulis,” kata GNTZ.

 Semalam suntuk ia mengerjakan beat-beat dan musik untuk Gundala. Ia juga menggunakan beat-beat lama yang telah ia buat untuk disesuaikan dengan kebutuhan lagu itu. Lalu, ia memberi kabar kepada Gheza dan Mario dan tak lupa juga mengirim beat-beat yang telah ia kerjakan. Tak sampai sehari kemudian, mereka pun sudah berada di studio untuk bersama-sama merekam Gundala.

“Kami sudah bikin lirik masing-masing. Aku bebaskan Mario dan Gheza untuk membuat lirik. Yang jelas tema utamanya adalah tentang sosok Gundala. Jadi, di studio kami tinggal menyesuaikan dan rekaman. Dua hari kemudian setalah saya dan adik saya dengarkan, lagu itu saya upload di YouTube, terus seminggu kemudian aku di-DM oleh Mas Joko Anwar yang mengabarkan kalau lagu kami terpilih,” ujarnya.

Wah senangnya bukan main,” imbuh GNTZ.

Gandeng Wajah Baru

Keputusan GNTZ untuk mengajak Mario Zwinkle dan Gheza Damar bagi saya adalah keputusan yang berani. GNTZ dengan segala pengalamannya di dunia musik hip hop baik itu di JHF, G-Tribe, maupun Rotra melakukan terobosan untuk menggandeng Gheza dan Mario yang merupakan wajah baru. Meski begitu, keputusan berani ini terbayar karena kolaborasi antara GNTZ dengan ciri khas tongue twist nya dalam nge-rap dapat berpadu dengan gaya Mario dan Gheza baik itu dari segi teknik maupun lirik.

“Memang sejak awal mau ikut sayembara, yang ada di pikiranku adalah mengajak anak-anak millennial. Ya Mario dan Gheza ini,” ujar GNTZ.

Sebelum kolaborasi untuk Gundala ini, GNTZ menceritakan bahwa ia sudah beberapa kali bersama Gheza membuat beat dan lirik bersama sehingga tak sulit bagi mereka untuk menemukan perpaduan. Dengan Mario pun GNTZ juga telah mengenal dan melihat potensi dalam dirinya.

“Mereka sangat antusias ketika kukabari, ya sudah langsung saja kita ekseskusi rekaman itu,” katanya.

Gheza menambahkan bahwa untuk musik, ia merasa cocok dengan ramuan beat yang dikerjakan GNTZ. Baginya, ketika ia sudah merasa in dengan musiknya, maka proses penulisan lirik untuk Gundala pun mengalir dengan sendirinya.

“Jadi semakin semangat ketika beat-nya pas dengan lirik yang sudah ada dalam gambaranku pribadi,” kata Gheza.

Rupanya, ada sedikit cerita lucu ketika penggarapan lagu Gundala tersebut. Saat itu Gheza sedang dihadapkan dengan ujian thesis S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma. Ia mengaku sempat bingung dan grogi karena di saat bersamaan ia juga harus mempersiapkan ujian thesisnya.

“Saat itu fokusku ada di sidang thesis. Saya ujian tanggal 17 Juli. Lha saya dihubungi tanggal 10 Juli. Setelah jadi dan dikomen oleh Mas Joko Anwar, saya tambah grogi juga pas mau ujian thesis, ha ha ha,” kenangnya.

Apresiasi Tinggi

Terpilihnya lagu Gundala dari GNTZ, Mario Zwinkle, dan Gheza Damar memang menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi mereka. Apresiasi tertinggi layak mereka dapatkan meski dengan penggarapan yang serba cepat dan cerita lucu di baliknya. Apresiasi itu justru merupakan sebuah penanda bahwa apapun yang dihasilkan berdasarkan kesenangan akan menghasilkan kepuasan, paling tidak kepuasan batin. Ketika karya itu kemudian diapresiasi lebih dengan masuk ke dalam tujuh lagu terpilih, maka itu menjadi bonus kepuasan.

GNTZ mengaku tak pernah berpikir dan berharap untuk terpilih. Baginya, ia hanya ingin menunjukkan apresiasi dan interpretasinya pada tokoh idolanya melalui musik hip hop yang selama ini ia tekuni.

“Setelah kami upload dan kemudian mas Joko Anwar memberi komen ‘asik’, kami tuh seneng banget, beyond excited lah. Nah ini terus terpilih masuk tujuh lagu, ya tambah senang,” katanya.

Bahkan, GNTZ, Mario, dan Gheza pun mendapat kesempatan untuk membawakan lagu itu secara live ketika Joko Anwar dan para pemain film Gundala datang ke Yogyakarta beberapa waktu lalu dalam acara meet and greet. Bagi saya sendiri, ini merupakan wujud saling apresiasi yang nyata. Sebuah apresiasi berwujud lagu Gundala kemudian diapresiasi oleh sang sutradara Gundala.

“Pas meet and greet kami diundang untuk pentas. Kami ngomong di atas panggung bahwa kami bersyukur bisa masuk, eh tiba-tiba Mas Joko Anwar nyaut mic dan tiba-tiba ngomong ‘kami yang bersyukur karena begitu kami dengar lagu yang ini, kami share ke seluruh tim dan seharian kami semangat bekerja’,” kata GNTZ.

Ya senang banget karena apresiasinya tinggi,” imbuhnya.

 

Penulis: Yulianus Febriarko

Editor: Fik


Photography By : Istimewa



Share buat tambahin poin lo!
Share   Tweet

Related Article

Semangat Do It Yourself (D.I.Y) adalah sebuah credo wajib bagi anak-anak punk. Etos itu pun berlaku ...
Album penuh kedua Rich Brian yang hidup dengan pendekatan berbeda ...
Kesan pertama saya saat melihat aksi panggung Pemuda Sinarmas “Njir, ribet banget sih? Nge-DJ pake ...
Rap dan Hip-hop adalah sebuah genre musik yang kerap kali dikaitkan dengan Black Culture. ...
Cepat, bising namun harmonis. Tiga kata itu mungkin cukup tepat untuk menggambarkan musik yang dirac ...
Berbicara mengenai musik death metal di Yogyakarta tentu saja tak akan lepas dari sebuah band bernam ...
Dunia memang tidak bisa diprediksi bagi Kuntari. Setelah menggeluti jazz, world music, dan neoklasik ...
Siapa tak kenal almarhum Gesang, maestro Keroncong Indonesia? ...
Selang lima tahun, akhirnya Dialog Dini Hari melepas album terbarunya. ...
Single soal kemerdekaan dan megenrekan diri mereka ‘90 rock electronic dance indie ...
Dipha Barus,--di tanah air, nama DJ yang baru dinobatkan sebagai DJ of The Year di Paranoia Awards 2 ...
Please wait...