Alina Kurniawan

Pencinta perjalanan, budaya, dan sejarah

Traveling ke Luar Negeri dan Cara Mencintai Indonesia

Saya menyeret koper memasuki salah satu hostel di Jalan Chulia. Petugas hostel menyambut dengan ramah, membereskan urusan admistrasi kemudian memberikan kunci k…

Pak Chan dan Kecintaan pada Ukiran Minang

Kesabaran saya sedang benar-benar diuji. Mengunjungi Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatra Barat, dalam kondisi kantong kering ternyata jadi ujian berat. Me…

Museum Kambang Putih dan Kejutan dari Koes Plus

Kota Tuban sedang panas-panasnya. Sinar matahari terasa terik menyengat, membuat kepala saya sedikit pusing. Rasanya ingin menegak es teh sebanyak-banyaknya.&nb…

Kisah Anak Rambut Gimbal Dieng, Cobaan Sekaligus Rezeki

Puluhan pasang mata memandang ke layar LCD yang sedang menyajikan film dokumenter ritual cukur rambut gimbal anak-anak berambut gimbal di Dieng, Wonosono, Jawa …

Iseng-Iseng Meramal Nasib di Sam Poo Kong

Ternyata saya datang kepagian. Klenteng Sam Poo Kong masih lengang. Belum ada wisatawan maupun jemaat yang datang. Saya harus menunggu sekitar 15 menit untuk ma…

Mbah Lasiyo dan Sepenggal Cerita dari Wong Samin

Sebuah perjalanan kadang hanya dipicu alasan sederhana: memuaskan rasa penasaran. Kaki bersemangat melangkah, hati bersenandung, dan mata berbinar ketika merasa…

Kopi Lelet Lasem, tentang Memanjakan Lidah dan Simbol Harmonisasi

Ngopi pada tengah hari bolong sepertinya bukan ide yang terlalu buruk. Lagipula saya dan teman-teman butuh berteduh setelah hampir dua jam menelusuri lorong-lor…

Menaklukkan Rasa Takut Menjelajah Negeri Asing

Sembilan tahun lalu ketika saya meminta izin kepada bapak dan ibu untuk traveling ke luar negeri pertama kali, responsnya sungguh epik. Saat meminta izin, saya …

Sensasi Menjelajah Da Nang dengan Bersepeda Motor

Itenerary perjalanan sudah disusun. Saya dan teman-teman hanya punya waktu di Da Nang selama 26 jam, itu juga terpotong tidur jam tidur malam. Kunjungan ke Da N…

Roti Go, Merawat Tradisi dan Cita Rasa Berusia 120 Tahun

Keistimewaan Roti Go terletak pada usianya. Bayangkan, Roti Go sudah berusia 120 tahun. Toko roti itu disebut-sebut tertua di Indonesia. Memang tidak ada arsip …

Bersampan di Hoi An dan Melarung Sepenggal Harapan

Hasrat mencicipi pengalaman baru kadang bisa menepis kekhawatiran dan keraguan. Misalnya seperti ketika saya berdiri sembari memandang ke Sungai Bach Dang pada …

Setiawan Subekti: Kisah Kopi, Osing, dan Pariwisata Banyuwangi

Segelas kopi dengan aroma menggoda dan asap yang mengepul tipis sudah berada dalam genggaman. Tapi, saya masih ragu-ragu. Sudah setahun lebih saya tak menengguk…

Cerita Perjalanan dari Balik Jendela Kereta

Perjalanan menggunakan kereta api selalu menjanjikan romansa yang khas. Ada cerita-cerita yang jarang ditemui di moda transportasi lain, seperti pesawat, bus at…

Mengecap Cita Rasa Autentik Indonesia di Manila

Rindu obatnya hanya bertemu. Begitulah rasa rindu menuntun kami bertiga berjalan kaki menyusuri jalanan di tengah gedung-gedung yang menjulang tinggi Kota Mak…

Menyambut Sunrise Pertama di Pulau Jawa

Menyusuri Taman Nasional Baluran? Sudah. Mencecap kopi di Sanggar Genjah Arum juga sudah. Menyantap nasi cawuk dan soto rawon juga sudah kesampaian. Saya dan t…

Baduy, Sepak Bola, dan Kearifan Lokal yang Dipegang Erat

Hari telah berangsur sore, hujan pula. Sembari menatap gerbang bertuliskan Ciboleger, saya dan teman-teman menimbang-nimbang antara memulai perjalanan atau menu…