Baskara

Vokalis yang juga punya kompetensi di bidang strategi konten digital. Ia implementasikan lewat .Feast, Hindia, dan Suneater.

Tak sedikit musisi atau band yang menganggap melakukan strategi marketing seperti digital marketing untuk karya musik adalah tindakan haram. Memasarkan sebuah karya musik dengan sejumlah strategi bisa mengotori kemurnian dan kejujurannya. Karyanya sudah tak lagi berbicara apa adanya karena sudah ada upaya pemasaran yang tujuannya untuk khalayak lebih luas. Terlalu tendensius untuk mencari uang atau ingin cepat terkenal lewat strategi marketing. 

Bisa jadi kita terjebak dengan konsep marketing yang sarat akan industri, pemasaran dan keuntungan. Saya tak menyalahkan persepsi orang seperti itu, itu hak masing-masing dalam meyimpulkan suatu pemikiran. 

Buat saya memasarkan sebuah karya musik tidaklah segamblang mencari popularitas instan dan orientasi untung semata. Konsep dasar marketing adalah upaya komunikasi pelaku untuk menyampaikan nilai gagasannya ke khalayak luas. Agar khalayak mengerti apa yang ingin kita sampaikan. 

Saya melihat pasar bukan semata-mata uang dan benih-benih popularitas. Tapi orang-orang yang memiliki pemikiran dan aktif berkomunikasi. Mereka memiliki kemampuan dalam menerima sebuah gagasan. 

Dalam konteks karya-karya musik saya menerapkan prinsip tersebut ke pendengar. Saya gunakan prinsip itu saat bersama teman-teman di .Feast, Hindia dan Suneater secara keseluruhan. Tujuannya untuk memberikan pengalaman lebih ke pendengar. 

Karya musik bagi pendengar bisa jadi barang yang abstrak, tanpa konteks tertentu. Lewat marketing pendengar bisa lebih relate dengan cara mengkontekskan tema lagu dengan fenomena-fenomena sosial yang ada di sekitar. Bisa jadi lagu Berita Kehilangan cuma beberapa baris lirik. Tapi jika dikontekskan sebuah isu orang akan terasa dekat seperti kejadian demo mahasiswa baru-baru ini. Atau fenomena lainnya. Dengan catatan isu yang ada tidak keluar dari tema lagu tersebut. 

Platform Digital Bisa Jadi Content Marketing 

Gagasan untuk mengaitkan dua ide itu tidak cukup, musti ada produk jadinya untuk dilempar ke penikmat musik. Bisa jadi produk visual dan tulisan yang diposting lewat sosial media. 

Sosial media merupakan suatu produk digital yang banyak digunakan oleh khalayak. Mereka menerima informasi dari sosial media. Lewat sosial media saya bisa mengkomunikasikan karya saya dengan strategi marketing yang baik. 

Strategi marketing yang baik adalah upaya pemasaran dengan rencana yang matang. Content marketing digital bisa jadi strategi jitu memasarkan sebuah karya. Di sosial media contohnya beragam produk beredar mulai dari visual, tulisan artikel bahkan audio. Ketiganya juga bisa dikombinasikan dalam satu konten. 

Selain banyak produk yang bisa dijadikan content marketing, sosial media juga mudah digunakan. Penggunaannya masif, efektif, dan murah. 

Meski begitu upaya marketing digital dalam karya musik harus dilakukan dengan jujur. Jujur dengan karya sendiri tidak tendensius untuk mengimpresi orang. Selama tujuannya untuk berkomunikasi ke pendengar untuk menyampaikan gagasan karya sah-sah saja. Toh, bukannya dalam berkarya kita ingin karya kita tersampaikan dengan baik bukan?

Article by : Baskara

Authentic Contributors



Baskara

Vokalis yang juga punya kompetensi di bidang strategi konten digital. Ia implementasikan lewat .Feast, Hindia, dan Suneater.



David Tarigan

Kolektor dan pecinta musik Indonesia ini mendedikasikan hasrat bermusiknya lewat pengarsipan musik bersama Irama Nusantara.



Harlan Boer

Musisi yang gemar menulis dan masih aktif merilis karya yang sedang aktif bekerja di sebuah digital advertising agency di Jakarta.


Please wait...