Jalan-Jalan ke Menara Aneh di Daerah Manggarai Jakarta

  • 1 minggu yang lalu
  • 15



Menara aneh di daerah Manggarai? Jangan bikin hoax. Niatnya memang begitu, dan memang begitu kok. Memang menara itu ada dan aneh. Tapi itu dengan catatan kita bisa lihat betul-betul soal detail si menara satu ini.

Soalnya, bisa sadar sama eksistensi menara itu aja sebenarnya sudah bagus. Beneran. Di gang sempit yang kata orang adalah "Jalan Menara Air" itu, mendongak lihat menara bukan hal yang sifatnya refleks. Jadi, orang kalau lewat sini ya lempeng aja. Bawaannya jalan terus soalnya banyak orang yang mau lewat di jalan yang beririsan sama Jalan Bali Matraman tersebut.



Kenapa saya bilang aneh? Jadi ceritanya saya pikir itu menara masjid. Soalnya suara adzan kedengaran dari sana. Tapi sebenarnya dari awal pas lihat jendelanya, spooky-spooky gimana gitu. Kok "kita" sama "dia" (si menara) kayak enggak satu zaman ya?

Dibilang menara masjid, "dia" agak kelebaran. Terus di depan jendelanya kayak ada teras-terasan. Kok menara masjid ada teras-terasannya? Gara-gara itu, saya jadi penasaran buat lihat masjid-nya.

Ternyata PR juga buat cari masjid itu. Rumah-toko-warung berjejer rapat, sampai akhirnya ada gang kecil tempat kita bisa jalan kaki. Dari sana, sampai deh saya ke masjid tadi. Tuh kan, benar tebakan saya, menara itu bukan bagian dari masjid.

Lucunya, pintu masuk menara itu juga bukan di dekat masjid itu. Saya sempat “ah udah… pulang ah…”, sampai akhirnya ternyata di dekat menara itu ada jalan lain ke sebuah rumah. Saya pun jalan terus, dan jeng-jeng: akhirnya saya ketemu sama pintu menara itu. Tapi secara teritori, menara itu sudah masuk pekarangan rumah orang.

Yang ada, saya dilihatin sama yang punya rumah, dikira mau tanya alamat atau apa kali. Modal senyum-senyum, saya permisi masuk supaya bisa mendekat ke pintu menara.

Asli, pintu menara itu enggak umum. Bentuknya ala rumah-rumah Pecinan era kolonial di daerah Jakarta Pusat atau Utara. Berat. Besar. Merah. Ada jaring-jaringnya. Eh, ternyata pintunya terbuka sedikit.



Menurut orang yang tinggal di rumah itu, menara ini udah ada dari zaman Belanda. Saya dibilang beruntung karena sebelumnya pintu itu digembok. Akhirnya saya permisi masuk ke dalam menara itu.

Ada apa di dalamnya? Enggak ada apa-apa. Haha. Tapi ya kayak masuk mesin waktu. Soalnya bentuk bagian dalam menara benar-benar enggak ada referensinya kalau lihat interior zaman sekarang.



Setelah tarik pintu yang berat tadi supaya bisa masuk, isi menara ini cuma tangga-tangga yang menempel di dindingnya. Supaya alurnya bisa lanjut sampai langit-langit atau area paling ujung, tangga terpasang dari sisi ke sisi berbeda.

Penasaran juga sih, kayak apa bagian paling atas itu. Tapi pas mau napakin kaki di tiap anak tangganya, rasanya jadi ragu-ragu. Ini tangga buatan tahun berapa, dan jangan-jangan udah kedaluwarsa dari kapan tahu.

Yang jelas, di bagian paling atas, tangganya punya jalan lain ke bagian yang mirip piring besar. Kemungkinan itu semacam torrent air. Tapi skalanya gigantis.

Ngobrol-ngobrol sama orang yang tinggal di samping menara ini tadi, saya jadi cengar-cengir. Bukan cuma sudah tua, menara ini dibilang cukup angker karena usianya udah lebih lama dari rumah-rumah padat di kawasan Manggarai itu sendiri.



Saya makin cengar-cengir waktu si orang tadi bilang kalau kompor di rumahnya suka nyala-mati sendiri. Kadang juga ada suara-suara. Ah, begitulah, saya enggak mau lanjut cari tahu.

Tapi saya gatal sama cerita kapan sebenarnya menara ini sudah ada. Menara—yang akhirnya saya tahu sebagai menara air—posisinya enggak jauh dari bengkel kereta Manggarai.

Itu juga karena saya baru ngeh setelah dengar suara kereta-kereta lewat. Soalnya, posisi menara terpisah sama sungai, bangunan sekolah, baru tembok yang ternyata adalah batas jalur bengkel kereta.



Bengkel kereta di Manggarai sendiri yang saya tahu sudah ada dari tahun 1900-an. Kalau hitungannya begitu, ya menara ini kira-kira usianya sudah lewat dari 100 tahun. Yah, pantes aja bentuknya begitu, dan "isinya" bisa nyalain kompor rumah orang. Hehehehe.

Menara gaya art deco, begitu kali ya kita bilangnya. Keajaibannya bikin dia dihormati dan dipakai jadi nama jalan di sana.

Selain cerita bentuk dan kisah spooky, warga di sana juga pernah bilang kalau mereka nikmatin masa-masa waktu menara itu masih berfungsi sebagai menara air. "Fungsi" yang dimaksud--menurut cerita salah seorang warga--adalah waktu tangki atau torrentnya penuh dan airnya tumpah ruwah ke bawah, dan anak-anak kecil di sana hura-hura main air.

Momen itu katanya terjadi tahun 1950-1960-an. Wew. Oke-oke. Kita lagi bicara benda cagar budaya yang sudah melekat sama masyarakatnya. Tapi memang di menara ini enggak ada keterangan atau semacam plang yang nyebut "heritage". Atau memang keterangan itu luput dari mata saya.

Tapi soal air turun dari menara—mungkin karena penuh—kayaknya sudah enggak terjadi lagi belakangan ini. Saya lihat ada pipa besar dari menara itu terpasang menyeberangi sungai dan terus ke arah sekolah. Entah, airnya akhirnya berfungsi buat apa.

Kalau di zaman perkembangan kereta api, menara air bisa untuk kebutuhan kereta, termasuk cuci-cuci. Tapi secara posisi, menara ini sudah enggak tersambung sama area kereta. Jadinya ya, semacam "teranak-tirikan"? Atau ada urusan lainnya? Entahlah, tapi kalau ada waktu, sempat-sempatin deh ke sana. Usianya udah 100 tahun, entah masih ada sisa berapa tahun lagi "dia" bisa berdiri di situ. Hehehe.

More from version of Pure Taste content

Mengecap Cita Rasa Autentik Indonesia di Manila

Rindu obatnya hanya bertemu. Begitulah rasa rindu menuntun kami bert...

Roti Go, Merawat Tradisi dan Cita Rasa Berusia 120 Tahun

Keistimewaan Roti Go terletak pada usianya. Bayangkan, Roti Go sudah b...

SAWARNA, mutiara terpendam di Banten

Bosan dengan kehidupan yang monoton di Jakarta dan penat dengan pekerj...

Citarasa otentik Restoran Terbaik Dunia

Udah pernah makan di restaurant terbaik dunia belum? Sebelumnya, baik ...

Konten lain dari para kreator

Jangan Sampai Bingung Cari Jajanan di Blok M

Bau kopi bercampur rempah masakan padang.Seperti itulah kira-kira yang...

Romantisme Hellboy dan 10 Kalimat Manis yang Bisa Dipinjam dari Film

 "Kalau hari ini kamu tolak aku lagi, ya udah. Tahun berikutnya a...

Cerita Patah Hati dan Musik Cerdas Mataharibisu

Mataharibisu merupakan gabungan dua kata yang kontradiktif. Matahari a...

Metallica dan Keras Kepala yang Ditelan Masa

Setiap orang bisa keras kepala. Percaya enggak sama omongan ini? Kadan...

Belladonna, Atmosfer Sendu Bergemuruh, Comeback, sampai Cerita soal UFO

Gitar mereka mengendurkan otak. Kesannya sedih, tetapi sebenarnya buka...

Tour Lihat Corat-Coret Tembok di "Sarang Seni" IKJ

Tour? Memangnya tempat wisata? Atau memang bisa jadi tempat wisata Ins...