Citarasa otentik Restoran Terbaik Dunia

  • 1 bulan yang lalu
  • 685

Udah pernah makan di restaurant terbaik dunia belum? Sebelumnya, baik dan tidaknya sebuah restoran itu sebenernya sesuai selera sih. Disini saya berdasarkan 50 best restaurants award in the world, beruntung beberapa kali di undang ke 50 best restaurants award dinner dan setiap saya traveling pasti saya mencoba restaurant baru, karena sebagai chef saya harus terus belajar supaya gak ketinggalan, sekalian menambah vocabulary kamus rasa.


Noma pernah menjadi restoran terbaik dunia karena autentisitas rasanya, terletak di Copenhagen Denmark dan kalo mau makan disana biasanya waiting list sampai berbulan bulan, harganya pun gak murah, tapi orang diseluruh dunia rela naik pesawat hanya untuk makan disitu, banyak juga chef yang rela tidak dibayar untuk bekerja di restaurant nomor 1 ini


Apa sih enaknya? Seenak itu? Sekali lagi, enak gak enak sesuai selera, tapi kalo makan di Noma kita diajarkan untuk appreciate rasa yang sebenernya, maksudnya seperti ini, di Noma menunya selalu berubah tergantung kondisi di sekitar restorannya, bahan2 yang didapatkan selalu local ingredients, jadi jangan berharap ada sambal disana, menu yang paling unik adalah semut, yeap semut yang ditemukan di hutan sekitar, menjadi salah satu hidangan chef Rene Redzepi, spesialnya semut hidup ini dihidangkan dengan kol putih dan crème fraise, saat dimakan ada rasa meledak di mulut, ternyata semut rasanya asam, tapi asamnya sangat pas dinikmati dengan creamy-nya cream fraise dan kol, menjadi kan hidangan ini, hidangan paling dicari di dunia


Setelah saya pikir2, sebenernya kalo saya ajak ibu saya ke Noma, mungkin dia akan bawa nasi, teri dan sambal, bukannya ibu saya norak, tapi citarasa setiap orang beda beda, itu dipengaruhi hal2 yang saya bilang tadi, pengalaman makan dan juga vocabulary kamus rasa orang berbeda beda, lalu kenapa Noma menjadi nomor satu? Sebenernya Kunci dari sebuah restaurant yang baik adalah, menghadirkan Pure Taste atau cita rasa hidangan yang otentik, banyak sekali restaurant terbaik di dunia yang sebenernya rasanya sangat light dan gak neko neko, itu semua karena restaurant yang baik driven by good quality ingredients


Sebenernya gampang untuk tau restaurantnya baik atau tidak, lihat saja dari bahan mentahnya, kalo mentah saja enak, sudah pasti kalo diolah akan lebih baik, itu mengapa restaurant terbaik biasanya tutup di season tertentu, karena pada musim tertentu, bahan2 semakin berkurang dan susah untuk mendapatkan yang bagus, jadi daripada menghidangkan sesuatu yang tidak enak, lebih baik mereka tutup. Metode seperti ini yang seharusnya di adaptasi oleh chef chef di Indonesia, sebenernya makanan rasanya gak usah menor, akan lebih baik jika kita memfokuskan rasa ke suatu bahan tertentu saja, agar kita bisa merasakan Pure Taste dari suatu makanan, nah apa sih pure taste versi kalian?


  • Larecha Malau
  • 10 jam yang lalu

Pure taste itu seperti tidak mengolah bahan makanan secara berlebihan dan menghilangkan cita rasa alami dari makanan tersebut. Cukup dengan menggunakan bumbu alami pada bahan makanan yang diolah dan tidak mencampurkan bahan makanan yang akan diolah dengan bahan makanan lain yang mungkin tidak sesuai. Setuju dengan artikel ini bahwa akan lebih baik jika memfokuskan rasa ke suatu bahan tertentu saja. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Vini Prasasti
  • 15 jam yang lalu

Ibarat make up, tidak tampil berlebihan, tidak menor, tampil alami dengan sedikit polesan itu adalah definisi dari pure taste. #puretaste #simplyauthentic

  • OCTALIANA JASINTHA
  • 1 hari yang lalu

Pure taste itu kalo suasana, dekorasi, makanan, dan pelayanannya tidak ada yang kurang sama sekali sedikit pun.. Jadi bisa menikmati waktu dengan santai, tidak terburu2, dan dengan hati yang gembira ketika pulang.. Tidak masalah dengan harga, kl ada harga sudah seharusnya juga ada rasa.. #puretaste

  • OCTALIANA JASINTHA
  • 1 hari yang lalu

Pure taste itu kalo suasana, dekorasi, makanan, dan pelayanannya tidak ada yang kurang sama sekali sedikit pun.. Jadi bisa menikmati waktu dengan santai, tidak terburu2, dan dengan hati yang gembira ketika pulang.. Tidak masalah dengan harga, kl ada harga sudah seharusnya juga ada rasa..

  • Vini Prasasti
  • 1 hari yang lalu

Pure taste menurut saya adalah tidak mengolah makanan secara berlebihan sehingga rasa dari bahan utama menjadi berubah bahkan hilang. Pernah saya membaca sebuah artikel tentang makan dengan RASA bukan KASTA. Hal itu juga yang saya terapkan dalam setiap kesempatan mencicipi tempat-tempat makan baru. Walaupun letaknya dipinggir jalan dan ramai, kalau rasanya cocok dengan lidah saya maka saya akan kembali ketempat tersebut #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Edwin
  • 1 hari yang lalu

UPDATE Saya setuju dengan artikel di atas. Sebagai seorang pecinta kuliner, saya juga suka melakukan hunting makanan otentik dari berbagai negara. Karena menurut saya cita rasa makanan otentik akan menjadi perwakilan atas sebuah negara. Setiap negara memiliki cita rasa yang berbeda, penggunaan bahan-bahan masakan yang berbeda, serta selera yang berbeda pula. Misalkan dari negara Italia yang merupakan surga dari pizza, pasta, dan masakan khas mediterania. Ketika kita berbicara mengenai pasta seperti spaghetti, linguine, fusilli, gnocchi, farfalle, dll maka kita akan langsung teringat pada negara Italia. Begitu pula Jepang dengan cita rasa yang fresh dan natural seperti sushi, sashimi, ramen, dll. Cina dengan cita rasa oriental seperti dimsum, mi pangsit, cah sayur, dll. Turki dengan cita rasa rempah yang khas seperti Sis Kebab, Baklava, Mezze, dll. Mengapa setiap negara memiliki masakan otentik dengan cita rasa yang berbeda? Karena setiap negara memliki iklim dan musim yang berbeda, serta sayuran dan rempah yang tumbuh secara musiman serta lokasi tanah yang berbeda pula. Hal itu akan berpengaruh terhadap cita rasa makanan khas sebuah negara, dan juga bagaimana penduduk lokal mengolah makanan tersebut melalui tradisi yang diturunkan secara turun temurun ataupun kreasi seorang Chef melalui teknik memasak modern. Jika dilihat dari perkembangan trend makanan saat ini, ada beberapa hal yang sebenarnya saya kurang setuju. Terutama pada perkembangan makanan fusion dan lainnya. Mengapa demikian? Karena dengan maraknya makanan fusion dimana-mana, para konsumen tidak akan mendapatkan pengetahuan mengenai apa cita rasa otentik dari makanan tersebut. Sebagai contoh, seberapa banyak orang yang mengetahui cita rasa otentik dari Spaghetti Carbonara dengan yang berasal dari kota Roma, Italia? Saya yakin masih banyak orang yang beranggapan bahwa Spaghetti Carbonara merupakan campuran spaghetti dengan saus krim. Dan itu merupakan sebuah kesalahan yang besar, karena Spaghetti Carbonara yang otentik merupakan campuran dari Spaghetti, Black Peppercorn, Guanciale/Pancetta (pipi babi/perut babi), Pecorino Romano (keju), dan juga kuning telur tanpa dimasukkan garam dan juga minyak dikarenakan Guanciale/Pancetta sudah memiliki kandungan lemak dan kadar garam yang cukup untuk membumbui Spaghetti Carbonara tersebut. Sedangkan Spaghetti Carbonara yang dijual dimana mana pada umumnya (biasanya saya sebut itu Fake Carbonara) merupakan hasil karya orang Amerika yang mencampurinya dengan saus cream, kemudian memperkenalkannya kepada dunia bahwa Spaghetti Carbonara adalah Spaghetti dengan saus cream. Tidak hanya itu, di Italia tidak ada namanya Meat Lovers Pizza, Pineapple Pizza, dll karena itu hanyalah pizza hasil kreasi Amerika dimana kita semua tertipu bahwa pizza yang sebenarnya adalah seperti yang disebutkan di atas. Padahal pizza otentik khas Italia berasal dari kota Naples, Provinsi Campania, Italia. Pizza asli dari Italia berbentuk bulat tidak sempurna dikarenakan adonan yang dibetuk dengan tangan, serta penggunaan toping yang minimal seperti daun basil, saus tomat, mozzarella, jamur, salame dan olive oil, tidak seperti Amerika yang menggunakan berbagai macam bacon, ham, dan sosis di dalam pizza mereka. Salah satu jenis pizza paling terkenal di Italia dikenal dengan nama Pizza Margherita. Contoh di atas merupakan salah satu akibat dimana kita terlalu cepat mencerna bahwa sebuah masakan merupakan sebuah masakan otentik tanpa mencari tahu terlebih dahulu mengenai sejarah dan asal usulnya masakan tersebut. Yang disebutkan di atas hanya terbatas pada masakan Italia saja karena masakan Italia telah menjamur ke seluruh dunia hanya saja banyak orang yang salah kaprah terhadap masakan otentik Italia itu sendiri. Tidak hanya Italia, masih banyak masakan otentik khas negara lain yang disalahpahami oleh penduduk negara lain karena pengaruh trend yang semakin merajarela. Oleh karena itu, saya mengajak kalian semua untuk mencoba merasakan pengalaman makanan dengan cita rasa otentik yang benar. Kenalilah asal usul makanan tersebut serta sejarah bagaimana makanan tersebut dapat tercipta. Percayakanlah kepada Chef asli dari negara tersebut untuk memasakan hidangan terbaiknya untuk Anda ketika Anda mengunjungi sebuah restoran. Ketika ingin makan masakan Italia otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Italia. Ketika ingin makan masakan Jepang otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Jepang. Ketika ingin makan masakan Perancis otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Perancis. Ketika ingin makan masakan Indonesia otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Indonesia Karena merekalah yang benar-benar mengenal cita rasa masakan tersebut, dan telah menyempurnakan resepnya sendiri. Terima kasih. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Edwin
  • 1 hari yang lalu

Saya setuju dengan artikel di atas. Sebagai seorang pecinta kuliner, saya juga suka melakukan hunting makanan otentik dari berbagai negara. Karena menurut saya cita rasa makanan otentik akan menjadi perwakilan atas sebuah negara. Setiap negara memiliki cita rasa yang berbeda, penggunaan bahan-bahan masakan yang berbeda, serta selera yang berbeda pula. Misalkan dari negara Italia yang merupakan surga dari pizza, pasta, dan masakan khas mediterania. Ketika kita berbicara mengenai pasta seperti spaghetti, linguine, fusilli, gnocchi, farfalle, dll maka kita akan langsung teringat pada negara Italia. Begitu pula Jepang dengan cita rasa yang fresh dan natural seperti sushi, sashimi, ramen, dll. Cina dengan cita rasa oriental seperti dimsum, mi pangsit, cah sayur, dll. Turki dengan cita rasa rempah yang khas seperti Sis Kebab, Baklava, Mezze, dll. Mengapa setiap negara memiliki masakan otentik dengan cita rasa yang berbeda? Karena setiap negara memliki iklim dan musim yang berbeda, serta sayuran dan rempah yang tumbuh secara musiman serta lokasi tanah yang berbeda pula. Hal itu akan berpengaruh terhadap cita rasa makanan khas sebuah negara, dan juga bagaimana penduduk lokal mengolah makanan tersebut melalui tradisi yang diturunkan secara turun temurun ataupun kreasi seorang Chef melalui teknik memasak modern. Jika dilihat dari perkembangan trend makanan saat ini, ada beberapa hal yang sebenarnya saya kurang setuju. Terutama pada perkembangan makanan fusion dan lainnya. Mengapa demikian? Karena dengan maraknya makanan fusion dimana-mana, para konsumen tidak akan mendapatkan pengetahuan mengenai apa cita rasa otentik dari makanan tersebut. Sebagai contoh, seberapa banyak orang yang mengetahui cita rasa otentik dari Spaghetti Carbonara dengan yang berasal dari kota Roma, Italia? Saya yakin masih banyak orang yang beranggapan bahwa Spaghetti Carbonara merupakan campuran spaghetti dengan saus krim. Dan itu merupakan sebuah kesalahan yang besar, karena Spaghetti Carbonara yang otentik merupakan campuran dari Spaghetti, Black Peppercorn, Guanciale/Pancetta (pipi babi/perut babi), Pecorino Romano (keju), dan juga kuning telur tanpa dimasukkan garam dan juga minyak dikarenakan Guanciale/Pancetta sudah memiliki kandungan lemak dan kadar garam yang cukup untuk membumbui Spaghetti Carbonara tersebut. Sedangkan Spaghetti Carbonara yang dijual dimana mana pada umumnya (biasanya saya sebut itu Fake Carbonara) merupakan hasil karya orang Amerika yang mencampurinya dengan saus cream, kemudian memperkenalkannya kepada dunia bahwa Spaghetti Carbonara adalah Spaghetti dengan saus cream. Tidak hanya itu, di Italia tidak ada namanya Meat Lovers Pizza, Pineapple Pizza, dll karena itu hanyalah pizza hasil kreasi Amerika dimana kita semua tertipu bahwa pizza yang sebenarnya adalah seperti yang disebutkan di atas. Padahal pizza otentik khas Italia berasal dari kota Naples, Provinsi Campania, Italia. Pizza asli dari Italia berbentuk bulat tidak sempurna dikarenakan adonan yang dibetuk dengan tangan, serta penggunaan toping yang minimal seperti daun basil, saus tomat, mozzarella, jamur, salame dan olive oil, tidak seperti Amerika yang menggunakan berbagai macam bacon, ham, dan sosis di dalam pizza mereka. Salah satu jenis pizza paling terkenal di Italia dikenal dengan nama Pizza Margherita. Contoh di atas merupakan salah satu akibat dimana kita terlalu cepat mencerna bahwa sebuah masakan merupakan sebuah masakan otentik tanpa mencari tahu terlebih dahulu mengenai sejarah dan asal usulnya masakan tersebut. Yang disebutkan di atas hanya terbatas pada masakan Italia saja karena masakan Italia telah menjamur ke seluruh dunia hanya saja banyak orang yang salah kaprah terhadap masakan otentik Italia itu sendiri. Tidak hanya Italia, masih banyak masakan otentik khas negara lain yang disalahpahami oleh penduduk negara lain karena pengaruh trend yang semakin merajarela. Oleh karena itu, saya mengajak kalian semua untuk mencoba merasakan pengalaman makanan dengan cita rasa otentik yang benar. Kenalilah asal usul makanan tersebut serta sejarah bagaimana makanan tersebut dapat tercipta. Percayakanlah kepada Chef asli dari negara tersebut untuk memasakan hidangan terbaiknya untuk Anda ketika Anda mengunjungi sebuah restoran. Ketika ingin makan masakan Italia otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Italia. Ketika ingin makan masakan Jepang otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Jepang. Ketika ingin makan masakan Perancis otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Perancis. Ketika ingin makan masakan Indonesia otentik, cari restoran yang memiliki Head Chef orang Indonesia Karena merekalah yang benar-benar mengenal cita rasa masakan tersebut, dan telah menyempurnakan resepnya sendiri. Terima kasih. #PureTaste

  • I Gst Md Aryama
  • 1 hari yang lalu

Well, artikel yang sangat menggugah (selera makan)! Sependapat dengan bung Yuda, penyajian makanan di restaurant memang terkadang "manut" pada aturan yang diterapkan pada masing-masing restaurant tersebut; yang justru malah malah menyampingkan rasa otentik dan sensasi "menyenangkan" saat makan. Jika suatu restaurant dapat menyajikan makanan dengan sangat layak, etis, dan bertaburan garnish di sekeliling piring untuk mempercantik tampilannya, maka tentunya (sang chef) restaurant itu harus mampu untuk menyetarakan rasa dari makanan tersebut. Nampaknya istilah "ekspektasi versus realita" juga berlaku di lidah para pecinta kuliner. Kembali ke hakikat penyajian makanan itu sendiri, memang tak cukup hanya memanjakan mata kita semata, karena pada dasarnya makanan adalah untuk dimakan (tentu saja!) Pemilihan jenis dan kualitas bahan makanan memang menjadi kunci utama dalam menjaga ke-otentik-an rasa. Sensasi #PureTaste akan sangat terasa jika poin tersebut benar-benar diterapkan (secara nyata) di banyak restaurant. Niscaya "rasa" itu ga akan pernah pudar dan akan terus terkenang seusai kita pulang meninggalkan restaurant. Thats my version of #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Adelia Herminawaty
  • 2 hari yang lalu

Setuju! Jadilah diri sendiri dalam versi terbaik setiap kita. Temukan "kekhasan" kita karena memang setiap kita memiliki keunikannya masing-masing karena kalau kita tidak pernah jadi kitanya yang asli, orang akan bingung siapa kita ketika ditanyakan orang lain. Contoh: siapa sih si Y tersebut? Oh, Y yang baik. Hah, baik seperti apa? Sebab pada umumnya orang baik. Tapi ketika kita tahu siapa sebenarnya kita tentunya orang-orang akan mudah mendeskripsikan personality kita. Akhir-akhir ini begitu banyak makanan yang sejenis. Laku di pasaran karena branding yang mantap, tempat dan fasilitas yang mumpuni disediakan sesuai target pasaran, namun hal ini akan pudar ketika kekhasan makanan tersebut tidak ada, sebab telah berjamur jenis makanan yang ditawarkan pihak lain. Oleh karena itu, ketika kita tahu makanan kita orisinil dan rasanya nggak pudar dimakan oleh zaman, maka jangan takut karena akan ada penikmat-penikmat setia yang akan selalu berdatangan menyapa kreasi makanan kita. Inilah PURE TASTE versi saya. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Annisa supriyanti
  • 3 hari yang lalu

Orang-orang sering berkata bahwa makanan mahal di restoran noma adalah makanan yang penuh prestige. Dibuat dari bahan-bahan pilihan dan diolah oleh tangan chef yang memiliki lisensi kelas dunia membuat apapun makanan yang mereka sajikan dipandang enak oleh masyarakat. Padahal, kalau boleh jujur nih, makanan ternikmat yang paling cocok untuk rakyat Indonesia bukanlah yang disajikan di restoran terkenal itu. Untuk lidah lokal rakyat kita, surga kuliner sebenarnya malah terletak di makanan pinggir jalan khas kaki lima! Contohnya aja di Indonesia saat musim hujan makanan ter enak adalah Bakso, ngak susah buat dapetin bahannya dan semua orang bisa menikmatinya , berbeda dengan restoran , jika mereka kehabisan bahan makanan mereka memilih menutup restoran tersebut, Jadi menurut saya ngak harus pergi jauh" kerestoran Noma , karna di Indonesia banyak surganya makanan. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Melky Yurdiansyah
  • 4 hari yang lalu

Mantap jiwa! Sharingnya bermanfaat gan. Bicara tentang masakan, banyak nih faktor yg ngebuat suatu masakan enak. Mulai dari bahan, teknik memasak, dsb. Terkadang, kita pernah mau nyoba niru indomie goreng di suatu kedai. Tapiiii waktu buat sendiri itu rasanyaa bedaaaaa. Meskipun udah sama teknik maupun bahannya. Masih enakan makan di kedai atau warung wkwkw. Kalau dari anime shokugeki no souma, itu ada arc yg bagus banget dimana mc nya menang lawan koki nomor 1 disekolahnya. Padahal nih koki udah dewa skillnya. Tapi bisa kalah sama souma ( ya jelas lah namanya jg mc wkwkw ) Tapi yg bikin dia menang apa? Di masakan dia tidak hanya suatu bahan yg berkualitas maupun teknik yg hebat. Di dalam masakannya terdapat perasaan dari seluruh temannya yg telah mendukungnya. Jadi seluruh perasaan tersebut sudah disalurkan melalui masakan tsb. Itulah yg membuat masakannya jd special. Jadi bicara tentang pure taste. Menurut saya, taste itu tidak hanya tentang Rasa di lidah. Akan tetapi tentang suatu perasaan dihati juga. Eakk wkwkw. Suatu masakan yg dibuat untuk dimakan saja, akan kalah dengan masakan yg dibuat sepenuh hati untuk membahagiakan orang lain. Bisa juga masakan tersebut dapat membawa kenangan indah dari masa lalu. Seperti membawa kenangan di kampung halaman yang membuat hati kita tenang dan tentram. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Melissa
  • 4 hari yang lalu

thankyou chef sharing nya. Kalo menurut saya emang yang no. 1 dari restoran tentang rasa dari makanan yang di hidangkan. Karna yang menentukan kita untuk balik lagi atau ga yah dari rasa.. kalo enak pasti bikin kita ketagihan untuk balik lg. restoran yang baik yah cita rasa hidangan yang otentik driven by good quality ingredients. emang setiap lidah mempunyai rasa yang berbeda.. tapi kalo cita rasa Indonesia menurut saya selera nya sama.. karna kita tau rasa rempah2 indonesia. contoh di 1 restoran indo ada yg blg enak pasti mereka akan mencoba nya.. beda dengan restoran jepang, china dll yg dari bahan2 nya kadang kita blm prnh coba, dan blm tentu jg cocok dgn lidah kita org indo. dan 1 lagi cara penyajian nya.. dari cara penyajian nya aja bikin kita sudah ngiler pengen cepet2 makan. itu slh 1 nilai plus untuk chef2 yang kreative. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Adelia Herminawaty
  • 6 hari yang lalu

Saya selalu suka dengan restoran yang tidak hanya mementingkan rasa hidangannya, tetapi juga mengajarkan untuk menghargai rasa yang sebenarnya, dimana menunya dapat selalu berubah tergantung kondisi di sekitar restorannya, terlebih bahan-bahan yang didapatkan selalu local ingredients. Biar bagaimanapun, restaurant yang baik adalah restoran yang mampu menghadirkan Pure Taste atau cita rasa hidangan yang otentik karena driven by good quality ingredients. Bagi saya, hidangan itu bak sebuah kanvas bagi sebuah restoran. Ia harus memperhatikan betul apa saja komponen yang ingin disajikan. Oleh karena itu, kita pun sebagai penikmat akan terbawa dalam kreativitas si pembuatnya. Salut untuk restoran yang benar-benar memperhatikan hidangan yang disajikan! Karenanya kita bisa merasakan Pure Taste dari suatu hidangan. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Rachmat ramadhan andeka
  • 6 hari yang lalu

So surprised kalo semut jadi bahan salah satu menu disana, dan sangat ingin mencobanya. Pure taste hmm menurut gw sesuatu yang authentic, simplicity dan pastinya original. Saat kita makan akan selalu mengena di indra perasa dan menstimulate kita untuk mencoba kembali. Can't wait to review next resto. #puretaste #simplyauthentic

  • Trio Pambudi
  • 1 minggu yang lalu

Sangat menarik artikelnya. Baru tau kalo semut jg bisa di buat bahan hidangan kelas atas wkkwkwk. 😁 Dari situ saya jd mikir ternyata suatu hidangan bisa di ciptakan dari eksperimen2 chef yg berbakat walaupun aneh tp bisa ditrima dan dpet respons baik krn rasanya yg enak. Kalo PURE TASTE menurut aku sih suatu makanan yang penting cocok di lidah aja sbenernya . Kya yg dibilang td "enak gak enak sesuai selera" #PureTaste dan #SimplyAuthentic

  • Elly Suryani
  • 1 minggu yang lalu

Citarasa otentik itu kadangkala harus ada dan nomor satu. Tak cukup bahan segar, sehat dan bersih, cita rasa otentik kadang mutlak diperlukan. Kadang suatu masakan membutuhkan bahan yang selain bersih dan segar, juga harus otentik citarasanya. Adalah beda ikan liar dan ikan budidaya, sebagai contoh saja. Maka masakan, selain bahan segar, bersih dan sehat, juga otentik rasanya dari habitat asli dan diolah dengan cara otentik #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Angga Mardhian Locano
  • 1 minggu yang lalu

Teringat beberapa negara di Asia yg menghidangkan serangga untuk dijadikan menu disebuah restoran dan ternyata juga dijadikan menu spesial di Denmark. Ternyata citarasa khas dari semut menjadi imajinasi yg nakal dan unik untuk sebagian pecinta makanan. Makanan dengan citarasa otentik selalu dinikmati oleh mereka yg menghargai karya luar biasa dari tangan-tangan, hidung, lidah dan imajinasi seorang koki. Thanks a bunch for your experience, mas Yuda! Ajak aku tuk nikmati setiap imajinasi mu di #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Jacqueline
  • 1 minggu yang lalu

Actually, I've never been to world's best restaurants nor been to Indonesia's best restaurants. Therefore, I can't really differentiate wether a food is crazy delicious or just so so. I do think that I could taste the so called "Pure Taste" when one cook something heartfully just as a mother who wakes up early everyday to cook the best meal for her children. She simply hopes nothing but the best "Pure Taste" for them. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Jacqueline
  • 1 minggu yang lalu

Actually, I've never been to world's best restaurants nor been to Indonesia's best restaurants. Therefore, I can't really differentiate whether a food is crazy delicious or just so so. I do think that I could taste the so called "Pure Taste" when one cook something heartfully just as a mother who wakes up early everyday to cook the best meal for her children. She simply hopes nothing but the best "Pure Taste" for them.

  • Willyanto
  • 1 minggu yang lalu

Hal yang memang gak biasa namun extraordinary di mata dunia. Awesome. Untuk Pure Taste versi saya adalah Quality over Quantity. Demi mendapatkan sesuatu yang sempurna dan konsisten, kita memang harus fokus dengan kualitas dan cita rasa setiap masakan dibandingkan jumlah produksi/masakan yang kita buat. Semakin berkualitas hasil masakan/kuliner kita akan semakin dicintai oleh banyak orang. Tidak hanya itu, suasana dan kebersihan itu juga menunjang kualitas restoran itu sendiri. Jadi, ini catatan untuk yang sedang menjalani atau yang ingin berkecimpung di bisnis kuliner. Buatlah sesuatu yang membuat pelanggan suka daripada cuma sekedar viral. Karena membuat pelanggan setia itu lebih sulit dibandingkan mencari banyak pelanggan. Percayalah! Once they love it, they’ll be back more than you expected! Jadilah restoran yang berkualitas seperti restoran Noma di artikel kak Yuda ini! #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Arina Zulfa Arifah
  • 1 minggu yang lalu

Hello chef, pertama thank you banget udah share pengalamannya bener-bener unexpected ya kalau semut bisa dimakan. Tapi balik lagi sih ke kamus rasa orang beda-beda kaya yang chef bilang. Dibuatnya aja harus berdasarkan season, wah bener-bener bernilai mahal juga ya karena prosesnya yang tidak mudah untuk membuatnya. Waktu aku baca tulisan chef aku bayanginnya kalau Noma bener-bener menekankan pada pure tastenya dan itu cocok banget buat aku karena lidahku udah terlalu banyak ngerasain bumbu jadi pengen juga punya pengalaman yang unik dan berharga seperti chef, semoga bisa merasakan juga suatu saat nanti :) #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Hanne fitrada
  • 1 minggu yang lalu

Sumpah masih mikirin rasa nya makan 🐜 semut,, tapi aku bakal kaya ibu nya mas yuda, bawa nasi ,teri plus sambal . Bener kata mas tiap orang mempunyai citarasa yang berbeda ,buat aku yang suka traveling juga entah kenapa aku selalu membawa rendang buatan ibu ku . Kenapa selalu 1. Takut mencoba sesuatu yang beda dan 2. Ini yg teramat penting 'ngirit'😉 . Thx u for information ya mas yuda semoga bisa mengexplor lebih berbagai negara kaya mas yuda #PureTaste #SimplyAut

  • Fadhil Fachriansyah
  • 2 minggu yang lalu

Makasih untuk sharingnya Mas Yuda. Suatu karya nomor satu di bidang kuliner pasti memiliki sebuah keunikan didalamnya. Bukan cuma cita rasa, namun pengalaman pada saat mencicipi masakan tersebutlah yang menjadi sensasi berbeda. Menikmati suatu makanan apalagi makanan lokal di suatu Daerah atau Negara adalah salah satu hobi gue. Bahkan melalui makanan lokal kita bisa tahu karakter orang-orang di tempat tersebut. Pengalaman pada saat pertama kali mencicipi makanan lokal di suatu tempat merupakan suatu momen berharga yang tidak akan terulang. Rasa pertama yang kita cicipi pada saat mencoba suatu hidangan merupakan momen yang harus kita nikmati dan pastinya rasa-rasa berikutnya akan terasa berbeda. Momen penting pertama inilah yang menjadi Pure Taste versi gue. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Putri Ratnawisesa
  • 2 minggu yang lalu

Insightful read! Ingredients are indeed a main factor in choosing the best culinary spots, especially when you want to try the #SimplyAuthentic local foods. #PureTaste

  • Atika Meylisa
  • 2 minggu yang lalu

This article really makes me wanna visit noma. Totally agree with the author, good quality of the ingredients, and the #PureTaste are the main things to make me enjoy my food. #SimplyAuthentic

  • Siti rachma fitriah
  • 2 minggu yang lalu

Couldn’t agree more with your, a very inspiring article for indonesian restaurant owner #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Irwina Annisa
  • 2 minggu yang lalu

this article is such an eye-opener! selection of ingredients and the skills of the cook matter. #PureTaste #SimplyAuthentic

  • Amelia Santoso
  • 2 minggu yang lalu

Absolutely agree! The taste of the ingredients should be the highlight of the whole meal.

More from version of Pure Taste content

Mengecap Cita Rasa Autentik Indonesia di Manila

Rindu obatnya hanya bertemu. Begitulah rasa rindu menuntun kami bert...

Roti Go, Merawat Tradisi dan Cita Rasa Berusia 120 Tahun

Keistimewaan Roti Go terletak pada usianya. Bayangkan, Roti Go sudah b...

SAWARNA, mutiara terpendam di Banten

Bosan dengan kehidupan yang monoton di Jakarta dan penat dengan pekerj...

Citarasa otentik Restoran Terbaik Dunia

Udah pernah makan di restaurant terbaik dunia belum? Sebelumnya, baik ...