Bentuk Seni Iklan Mobil Indonesia Zaman Old

  • 2 bulan yang lalu
  • 115


Saya ingat dulu bagaimana bentuk mobil keluarga kami waktu saya masih kecil. Itu bukan sejenis Kijang tapi panjang, bentuknya rebah tetapi bukan sedan. Istilahnya station wagon.

Saya suka duduk dan tidur-tiduran di area belakangnya di antara bau kulit interior mobil zaman dulu yang di mobil itu warnanya hitam. Saya bisa masuk lewat pintu belakang yang terbuka mengangkat ke atas, atau loncat dari kursi bentuk sofa di baris tengah di antara dua sandaran kepala.

Suka-suka saya waktu itu mau mendekam di mana. Soalnya buat empat anggota keluarga, mobil itu punya ruang yang banyak. Iklannya memang untuk mobil keluarga, tawaran yang sekarang banyak disuguhkan sama iklan-iklan mobil MPV.

Iklan sedetail itu biasanya cuma ada di iklan-iklan mobil luar negeri. Kalau yang di Indonesia, mungkin kata-katanya lebih simpel. Misalnya iklan salah satu model minibus era-era awal di tahun 1970-an.

Yang sekarang malah minimal muat tujuh orang, sabuk keselamatan di tiap kursi, ada colokan untuk isi daya baterai, ABS, EBD, keyless, dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya....

Mobil keluarga? Iya. Cuma disebut mobil keluarga. Lalu gambarnya bisa berupa latar belakang pantai atau gunung karena fungsinya buat jalan-jalan bareng. Pesan-pesan juaranya bisa berbunyi "kalau kursi belakangnya direbahkan, maka ada sisa ruang sekian puluh kubik, serta nyamannya sama seperti naik sedan (bukan mobil barang)."



Tapi iklan sedetail itu biasanya cuma ada di iklan-iklan mobil luar negeri. Kalau yang di Indonesia, mungkin kata-katanya lebih simpel. Misalnya iklan salah satu model minibus era-era awal di tahun 1970-an.

Pesannya di situ cuma ini mobil berkualitas. Tidak butuh deskripsi lebih. Soalnya mungkin orang-orang dianggap cuma akan lihat tampangnya seperti apa, kira-kira apa hal menarik lainnya di situ (bodinya tinggi, ada jendela buka tutup belakang), sama bisa dibeli di mana.

Lain jenis kendaraan, lain juga pesan-pesannya. Contohnya waktu ada perusahaan yang namanya Java Motor jadi distributor buat Land Rover. Pesannya ya di situ cuma "kendaraan serba guna".

Zaman sekarang, mendengar kendaraan serba guna mungkin jadinya biasa. Tapi pada masa Land Rover beredar di Indonesia, mobil Inggris ini sesuai sama namanya. Kata-kata tadi jatuhnya memang simpel tetapi pas. Satu tambahan kata lainnya adalah "The King of Jeep".

Itu lucu sih. Soalnya Jeep adalah satu merek tersendiri yang lahir gara-gara kebutuhan perang waktu Perang Dunia II (1940-an) dan pembuatannya melibatkan banyak merek sampai akhirnya tahun 1987 nama Jeep ada di bawah Chrysler.

Bahas soal Jeep sedikit. Mobil ini mulanya dinamai "general purpose" a.k.a "GP" kalau disingkat. “GP” kan kalau dilafalkan sama orang bule jadi terdengar "jipi". Lama-lama lafal “I”-nya hilang terus jadi “jip” yang kalau ditulis dalam bahas Inggris jadinya "jeep".

Kalau dilafalkan sama orang bule jadi terdengar "jipi". Lama-lama lafal “I”-nya hilang

Di Indonesia, "jeep" diserap jadi "jip". Badan Bahasa mencatatnya dan memasukkannya ke kamus. Akhirnya, ini dianggap jadi satu jenis kendaraan. Bukan merek. Makanya, iklan Land Rover tadi pun jadinya begitu. He-he-he. Jip di sini maksudnya istilah.

Jauh lebih spesifik, Indonesia juga jadi pasarnya sedan. Tapi jenisnya beragam dan pernah pula terjangkit mobil-mobil sedan besar ala muscle car, karena di sisi lain banyak mobil di bawah nama dagang Jepang yang cenderung mungil-mungil. Merek sedan besar yang populer itu adalah Holden, seperti yang iklan-iklannya jadi koleksi Awansan.


Promosinya adalah “ini sedan besar, lebar, tampan (loh kok tampan hehe--mungkin kalau "ganteng" jadi enggak ber-rima) dan dapat diandalkan”. Faktanya memang salah satu pembelinya adalah sebuah perusahaan taksi di Bandung yang dinamai Taksi 4848. Sedan-sedan mereka itu merasakan jauhnya Jakarta-Bandung waktu gunung-gunung itu belum "ditembus" Cipularang.

Kata orang-orang, dulu itu Jakarta-Bandung bisa makan waktu 6-7 jam kalau ditempuh pakai jalur darat. Yah sama saja ya kayak sekarang? Ha-ha-ha…. Ya tapi kan beda penyebabnya. Yang dulu bisa lama karena jauh, yang sekarang karena yang masuk makin banyak dan aksesnya lagi berkembang. Tapi ngomong-ngomong jalur yang lama seru juga buat touring naik motor.




Balik ke iklan mobil zaman dulu. Seiring bertambahnya tahun, masyarakat ya makin tumbuh juga pola pikirnya. Tuntutannya pun makin banyak. Apalagi kalau sasarannya kalangan atas yang diwakili sama merek-merek seperti Volvo, Mercedes, Audi, sama BMW.

Ya intinya lucu juga sih. Iklan-iklan di era awal itu sebenarnya kan simpel, tapi justru bisa cerita banyak tentang pola pikir terkait kebutuhan general masyarakatnya pada suatu zaman. Simpel, tapi otentik. 

More from version of Pure Taste content

Mengecap Cita Rasa Autentik Indonesia di Manila

Rindu obatnya hanya bertemu. Begitulah rasa rindu menuntun kami bert...

Roti Go, Merawat Tradisi dan Cita Rasa Berusia 120 Tahun

Keistimewaan Roti Go terletak pada usianya. Bayangkan, Roti Go sudah b...

SAWARNA, mutiara terpendam di Banten

Bosan dengan kehidupan yang monoton di Jakarta dan penat dengan pekerj...

Citarasa otentik Restoran Terbaik Dunia

Udah pernah makan di restaurant terbaik dunia belum? Sebelumnya, baik ...

Konten lain dari para kreator

Jangan Sampai Bingung Cari Jajanan di Blok M

Bau kopi bercampur rempah masakan padang.Seperti itulah kira-kira yang...

Toko Kaset DU68 yang Diam-Diam Jadi Tempat Sejarah Musik

Buat saya, toko barang bekas dan barang antik adalah "museum" kecil-...

Retro Space Art yang Belakangan Booming Lagi

Traveling ke ruang angkasa, menjelajah satu galaksi ke galaksi ...

Romantisme Hellboy dan 10 Kalimat Manis yang Bisa Dipinjam dari Film

 "Kalau hari ini kamu tolak aku lagi, ya udah. Tahun berikutnya a...

Dansa-Dansa Ajaib Musisi yang Akhirnya Mendunia

       Buat saya, musik itu pancing energi, apa...

Cerita di Balik Sejarah Skateboard Indonesia dan Musiknya

Waktu lihat video Jason Dennis lijnzaat main di venue skatepark Palem...

Cerita Patah Hati dan Musik Cerdas Mataharibisu

Mataharibisu merupakan gabungan dua kata yang kontradiktif. Matahari a...

Album Musik Ajaib Berbungkus Batu dari Zoo

Baru sekali-kalinya ini sih lihat album CD tapi pas dipegang ternya...